Sinergi Lindungi Masyarakat: Kelurahan Tanjung Buntung Kirim Utusan Terbaik dalam Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa BPOM Batam

  • Apr 24, 2026
  • Jogie
KIM Katar Berjaya Batam – Di bawah langit cerah Kecamatan Nongsa, sebuah langkah besar untuk kesehatan masyarakat mulai dipijakkan. Bertempat di Aula Lantai III, Balai POM di Batam, Jl. Hang Jebat, Kelurahan Sambau, sebuah sinergi antara otoritas pengawas obat dan makanan dengan pemerintah tingkat kelurahan resmi bergulir melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Desa Tahun 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan tindak lanjut konkret dari Pertemuan Advokasi Germas SAPA yang telah dilaksanakan pada Selasa, 06 April 2026 lalu. Program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) tahun 2026 ini dirancang untuk menciptakan kemandirian masyarakat dalam memastikan setiap suapan yang dikonsumsi warga terjamin keamanannya dari zat berbahaya.

Komitmen Kelurahan dan Agenda Bimtek yang Padat

Lurah Tanjung Buntung, Edi Supardi, menunjukkan komitmen penuh terhadap keselamatan warganya. Kelurahan Tanjung Buntung mengutus delegasi khusus yang terdiri dari 3 orang Tim Keamanan Pangan Desa dan 5 orang calon Kader Keamanan Pangan. Kelompok ini akan digembleng dalam rangkaian pelatihan intensif dengan agenda kegiatan yang telah disusun secara sistematis untuk satu hari penuh:

Pagi: Pembukaan dan Pembekalan Materi Dasar Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta. Agenda pembukaan yang dipandu oleh MC meliputi lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan do’a, serta sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi yang disampaikan langsung oleh Kepala Balai POM di Batam.

Sebelum materi inti dimulai, seluruh peserta, termasuk utusan dari Tanjung Buntung, diwajibkan mengikuti Pre Test untuk mengukur pemahaman awal mereka. Sesi materi pertama, yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, menghadirkan narasumber dan moderator dari BPOM yang memaparkan topik-topik krusial:

  • Petunjuk Teknis Desa Pangan Aman beserta penjelasan mengenai lomba terkait.

  • Pemaparan mendalam tentang kaitan antara Stunting dan Keamanan Pangan.

  • Pemberian pengetahuan mengenai Gizi Seimbang.

  • Hingga materi tentang Keracunan, Intoleransi, dan Alergi Pangan.

  • Sesi pagi ditutup dengan penayangan video aplikasi Keamanan Pangan.

Siang: Penguatan Materi Teknis dan Evaluasi Setelah istirahat sholat dan makan (ISHOMA) selama satu jam, Bimtek dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB. Sesi sore ini menjadi kunci bagi para calon kader karena materi yang disampaikan sangat aplikatif untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat Tanjung Buntung:

  • Pemaparan teknis tentang 5 (lima) Kunci Keamanan Pangan untuk Keluarga.

  • 5 (lima) Kunci Ritel Pangan.

  • 5 (lima) Kunci Pangan Siap Saji.

  • Serta materi yang sangat relevan untuk lingkungan sekolah, yaitu 5 (lima) Kunci Keamanan Pangan untuk Sekolah dan Makan Bergizi (MBG) di Sekolah.

Status 'Kader' hanya akan disematkan kepada mereka yang berhasil menuntaskan seluruh materi tersebut, yang dievaluasi melalui Post Test di akhir sesi materi. Seluruh rangkaian kegiatan Bimtek ini secara resmi ditutup oleh MC pada pukul 14.45 WIB.

"Kami menyambut sangat positif inisiatif dari BPOM di Batam ini. Agenda Bimtek yang sangat komprehensif, mulai dari pemahaman dasar hingga kunci-kunci teknis untuk keluarga dan sekolah, adalah instrumen penting untuk mengedukasi masyarakat secara langsung di wilayah Tanjung Buntung. Dengan menyiapkan kader yang kompeten di setiap lini, kita membangun benteng pertahanan pangan yang kokoh dari tingkat akar rumput," ujar Edi Supardi di sela kegiatan.

Simbol Kesiapan Sinergi

Dalam sebuah potret kebersamaan yang diambil di lokasi kegiatan, terlihat para peserta, panitia, dan pihak BPOM berpose dengan penuh semangat di depan logo kebanggaan Badan POM. Mengenakan pakaian batik yang rapi serta rompi dinas, delegasi dari Kelurahan Tanjung Buntung nampak siap memikul tanggung jawab baru sebagai garda terdepan pengawas pangan. Pose tangan yang kompak menunjukkan kesiapan mereka untuk bersinergi penuh dengan BPOM, mulai dari Registrasi hingga Penutupan, dalam menjalankan program Germas SAPA demi masa depan Tanjung Buntung yang lebih sehat dan bebas dari ancaman pangan berbahaya.

Kehadiran kader-kader yang telah dibekali melalui Bimtek ini diharapkan dapat menjadi penyambung lidah BPOM di Batam dalam memberikan edukasi berkelanjutan kepada warga mengenai pentingnya memilih produk pangan yang memiliki izin edar, bebas dari bahan kimia berbahaya, dan memenuhi standar gizi seimbang.